Foto paling lucu yg pernah gw liat. gapernah ga ketawa kalo ngeliat lagi
mari kita bayangkan gimana perasaan orang2 yang terlibat pada foto diatas. mulai dari bagian kiri:
orang yang sudah terkapar (baju putih): dia pasti berpikir bahwa mimpi apa dia semalem. kok bisa2nnya mengalami kejadian jatoh kayak gini.
orang2 yang sudah jatoh namun berhasil menapakkan kakinya dengan selamat di aspal: buahahaha yg penting gw selamat. sukurin lo pada
orang2 yang masih berada di atas truk: tinggal nunggu nasib aja. jatuh dengan selamat dan mentertawakan orang2. atau jatuh konyol dan diketawain.
supir: tau deh nih supir mikir apa. mungkin dia sibuk melafalkan asma2 allah atau berpikir bahwa karirnya akan segera tamat. kasian liatnya euy. hahaha
fotografer: BUAHAHAHAHAHA

If children live with criticism, they learn to condemn.
If children live with hostility, they learn to fight.
If children live with fear, they learn to be apprehensive.
If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
If children live with ridicule, they learn to feel shy.
If children live with jealousy, they learn to feel envy.
If children live with shame, they learn to feel guilty.

If children live with encouragement, they learn confidence.
If children live with tolerance, they learn patience.
If children live with praise, they learn appreciation.
If children live with acceptance, they learn to love.
If children live with approval, they learn to like themselves.
If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.
If children live with sharing, they learn generosity.
If children live with honesty, they learn truthfulness.
If children live with fairness, they learn justice.

If children live with kindness and consideration, they learn respect.
If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.

~ Dorothy Law Nolte, Ph.D.
dosen=tuhan?Maka pasti punya Tuhan dong.nah,entitas Maha segalanya yang kita sembah ini ane hubungin sama nilai nih sekarang,karena jaman keluar nilai.. (Piss :p)
Jadi kita punya 2 hal nih,ilmu dan nilai. Ini ane tembak langsung aja ke permasalahan. Secara inheren,ilmu dan nilai ngga akan mungkin…
fadhianaqthori (tirbute to fikri ahmad badrian, sahabat saya sampai mati, yang berulang tahun besok, HBD fik!)
bagus apa ga bagus? sok dinilai sendiri
Ketika Tuhan menciptakan dunia, Dia memilih untuk menempatkan hewan di dalamnya, dan memutuskan untuk memberikan apa pun yang diinginkannya.
Semua hewan membentuk barisan panjang di depan takhta-Nya, dan kucing itu diam-diam pergi ke akhir baris.
Untuk gajah dan beruang itu Dia memberi kekuatan, untuk kelinci dan rusa, kecepatan, untuk burung hantu itu, kemampuan untuk melihat pada malam hari, untuk burung-burung dan kupu-kupu, keindahan besar, untuk rubah, licik, untuk monyet, intelijen; untuk anjing, loyalitas, untuk singa, keberanian.
Akhirnya dia sampai ke akhir baris, dan ada kucing kecil duduk, menunggu dengan sabar. “Apa yang Anda inginkan?” tanyaTuhan.
kucing itu mengangkat bahu dengan rendah hati. “Oh, apa pun yang tersisa
saya tidak keberatan..”
“Tapi aku Tuhan aku memiliki semua yang tersisa..”
“Aku cukup memiliki sedikit dari segala sesuatu, silakan” kata si Kucing.

Wartawan: Kenapa dukung PSSI?
Pendemo1: mmm… saya lagi ga enak badan.
Wartawan: Kenapa anda mendukung PSSI?
Pendemo2: mm.. tidak tahu (geleng2)
Wartawan: Kenapa dukung PSSI?
Pendemo 3: xixixixxixi.. ikut2an aja mbak..
:D